| Profile Pribadi |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Thursday, 14 January 2010 09:12 |
|
Saya adalah seorang anak dari keluarga petani yang terletak dipinggiran daerah Kabupaten Lampung Utara, daerah tempat saya dilahirkan dikenal atau sering disebut Tulung Buyut. Saya tidak tau persis mengapa daerah tempat lahir saya tersebut diberi nama Tulung Buyut. Tulung Buyut adalah sebuah daerah yang sangat tertinggal sekali mengenai informasi dan teknologi, masyarakat disana rata-rata hidup mengandalkan hasil tani seperti kopi, lada, karet, dan padi. Masyarakat disanapun sangat minim sekali yang melanjutkan kuliah sampai ke perguruan tinggi, walaupun ada tidaklah banyak. Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu, tidak terpikir dibenak saya untuk melanjutkan ke tinggkat perguruan tinggi seperti sekarang ini. Saya bersekolah di SDN 4 Sungkai Utara dan SLTPN 2 Sungkai Utara di daerah asal kelahiran saya Tulung Buyut. Setelah selesai SLTP saya bingung mau melanjutkan ke tingkat SLTA atau tidak mengingat kedua orang tua saya tidak mampu untuk menyekolahkan saya ke tingkat SLTA, karena untuk melanjutkan ke tingkat SLTA harus keluar daerah karena tempat tinggal saya tidak ada SLTA pada waktu itu dan harus kost. Tetapi karena saya percaya "dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan" akhirnya saya mempunyai kesempatan untuk melanjutkan ke SLTA di Kota Baturaja Sum-Sel dan tinggal bersama Paman saya disana. Karena sesuatu dan lain hal saya tidak lama tinggal bersama paman saya, hal itu membuat saya bingung apakah lanjut atau tidak sekolah saya mengingat waktu itu saya baru saja naik ke kelas 2 SLTA. Pada kondisi itu saya ingat lagi "dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan" untunglah teman sebangku yang sangat akrab sekali dengan saya mengajak saya untuk ikut dan tinggal bersama dirumahnya. Mulai saat itu saya tinggal disana sambil membantu pekerjaan sehari-harinya menunggu Rumah Makan kepunyaan orang tuanya. Berkat jasa-Nya dan kedua orang tuanya yang mengangkat saya sebagai anak angkat. Susah senang saya jalani kehidupan hingga akhirnya saya lulus SLTA. Saya tidak akan melupakan jasa dan kebaikan teman dan kedua orang tua angkat saya yang telah membantu perjuangan saya dalam menempuh pendidikan selama di SLTA. Setelah lulus SLTA, saya kembali ke kampung halaman dan memberitahukan ke orang tua saya kalau saya ingin melanjutkan pendidikan saya ke Tingkat Perguruan Tinggi, tetapi orang tua saya menolak dengan alasan tidak ada biaya, saya disuruh untuk bekerja terlebih dahulu baru kalau ada uang setelah bekerja saya baru bisa kuliah. Kedua orang tua saya berfikir untuk meminta bantuan kepada paman yang ada di Tanjung Karang, Paman saya itu adalah pengelola sekaligus pemilik ABA-AMIK DCC, berkat bantuan Paman saya itu akhirnya saya dapat bekerja dan melanjutkan pendidikan saya ke jenjang Diploma Tiga Komputer dan sekaligus bekerja disana hingga sekarang ini. Setelah cukup lama bekerja dan uang yang saya kumpulkan cukup akhirnya saya melanjutkan lagi pendidikan saya ke Jenjang Strata 1 di Sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Lampung dan mendapatkan gelar sarjana. Dari situlah awal karir saya berlanjut hingga sekarang ini.
|
| Last Updated on Thursday, 14 January 2010 09:48 |
Profil Pribadi


